Pada 2025, Sekretaris GAM Luwuk, Akli Suong, juga pernah mendesak agar kawasan Tugu Adipura tidak lagi digunakan untuk balapan. Ia menilai kondisi sisi lintasan yang berdekatan dengan trotoar, drainase, dan struktur beton tidak menyediakan ruang bebas yang memadai bagi pembalap ketika kehilangan kendali.
Kritik tersebut menempatkan persoalan keselamatan sebagai isu utama, bukan sekadar keberatan terhadap keramaian atau penutupan jalan.
Di sisi lain, penyelenggaraan road race memiliki pendukung dengan alasan yang tidak bisa diabaikan. Dalam pemberitaan Luwuk Times pada 29 Agustus 2026, panitia Banggai Prix menyebut ajang tersebut sebagai wadah bagi pembalap muda untuk mengembangkan kemampuan, membangun sportivitas, dan mempererat hubungan antarkomunitas otomotif.
Kehadiran peserta dan penonton dari luar daerah juga berpotensi menggerakkan ekonomi lokal, terutama usaha makanan dan minuman, penginapan, transportasi, serta UMKM di sekitar lokasi kegiatan.
Dukungan terhadap kegiatan otomotif juga terlihat dalam penyelenggaraan Kejuaraan Kapolres Banggai Race Cup 2025. Menurut pemberitaan TribrataNews Polda Sulawesi Tengah, kegiatan itu diposisikan sebagai sarana menunjukkan prestasi anak muda sekaligus membangun edukasi keselamatan berlalu lintas melalui komunitas otomotif.
