BANGGAIPOST.COM,Luwuk– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banggai menggelar Rapat Paripurna penyampaian Nota Keuangan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2026 pada Selasa, 25 November 2025 malam, di Graha Pemda.
Rapat paripurna ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Banggai, Saripudin Tjatjo, dan Wakil Ketua II, I Putu Gumi.
Dalam rapat tersebut, Fraksi Partai Gerindra melalui juru bicaranya, Suwardi,SH, menyampaikan pandangan umum fraksi yang berisi catatan kritis, serta saran strategis terkait arah kebijakan fiskal daerah.
Ia menegaskan bahwa penyusunan Nota Keuangan dan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2026 merupakan kerja kolaboratif yang tidak sederhana, namun dapat terlaksana berkat sinergi berbagai pihak.
Fraksi Gerindra Soroti Penurunan Pendapatan Daerah
Dalam pandangannya, Fraksi Gerindra menyoroti kondisi fiskal daerah yang diproyeksikan mengalami penurunan signifikan. Untuk Tahun Anggaran 2026, pendapatan daerah menurun 27,37% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut berimbas pada belanja daerah yang turut turun dari Rp 3,25 triliun pada tahun 2025 menjadi Rp 2,72 triliun pada 2026 atau turun 16,32%.
Fraksi Gerindra yang diketuai Masnawati ini juga menyoroti dinamika pelaksanaan APBD 2025, di mana serapan anggaran per 24 November 2025 baru mencapai 60,31%. Belanja operasional barang dan jasa baru terserap 55,80%, sementara belanja modal masih 34,93% dari Rp 645,7 miliar.
