Fraksi Gerindra juga memberikan catatan terkait rencana pembangunan RSUD Luwuk yang direncanakan 7 lantai. Mereka menilai pembangunan cukup 3 lantai dengan memperhatikan aspek kelayakan, mitigasi bencana, instalasi limbah, dan kenyamanan masyarakat.
Proyeksi Makro 2026 dan Evaluasi BUMD
Fraksi Gerindra turut menilai bahwa alokasi belanja daerah harus mampu mendorong pencapaian target makro 2026, yaitu pertumbuhan ekonomi 5%, penurunan angka pengangguran menjadi 2,59%, serta penurunan kemiskinan menjadi 5%.
Terkait pembiayaan daerah, Fraksi Gerindra menyoroti penyertaan modal Rp 3,8 miliar bagi PT Banggai Energi Utama. Mereka mendorong evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BUMD tersebut mengingat perannya yang strategis dalam mendukung pengelolaan keuangan daerah.
Pada akhir pandangannya, Fraksi Gerindra menyampaikan sejumlah saran penting, di antaranya pertama, pemerintah daerah harus memastikan pelaksanaan program 2026 tepat prioritas, tepat waktu, dan tepat kualitas.
Pemerintah daerah diminta fokus pada belanja wajib, terutama sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan belanja pegawai sesuai ketentuan.
Memaksimalkan pelayanan publik dalam sektor pertanian, perkebunan, kelautan, dan perikanan untuk memperkuat ketahanan pangan.
Melakukan evaluasi komprehensif terhadap BLUD RSUD Luwuk guna meningkatkan pelayanan dan pendapatan daerah.
Meninjau ulang rencana pembangunan RSUD Luwuk agar sesuai dengan analisis kebencanaan, manajemen limbah, dan kenyamanan masyarakat.
