Berita Utama

Bukan WTP yang Itu….

Rakyat seperti saya—dan saya yakin mayoritas masyarakat—sebenarnya tidak terlalu paham apa itu WTP dan untuk apa. Jangankan 14 kali berturut-turut mendapat WTP, seribu kali pun mungkin tidak penting jika kehidupan masyarakat tidak berubah, ekonomi tidak membaik, dan harga kebutuhan pokok terus naik. Rakyat ingin pelayanan kesehatan membaik, akses pendidikan lebih mudah, sembako terjangkau, gas elpiji tidak langka, kota bersih, air tidak seperti kopsus di musim hujan, dan jalan terang pada malam hari.

Lalu apakah berarti WTP tidak penting? Tentu penting. Tidak mungkin tercipta akuntabilitas kinerja yang baik jika akuntabilitas keuangannya masih berantakan. Tata kelola keuangan yang sehat tetap fondasi utama. Karena itu, tak fair rasanya kalau tidak memberi apresiasi setinggi-tingginya bagi tiga daerah di Banggai Bersaudara yang sudah berikhtiar meraih itu.

Saya hanya ingin mengingatkan agar masyarakat tidak terlalu terpesona oleh narasi simbolik semata. Tujuan akhir kita bukan sekadar melihat piala WTP diangkat tinggi-tinggi, melainkan memastikan seberapa besar anggaran publik benar-benar memberi dampak langsung sedalam-dalamnya bagi rakyat.

Kita memang butuh WTP. Tapi bukan WTP yang om strom pu ana nona… eh maksudnya WTP yang angka-angka akuntansi semata itu. Yang rakyat butuhkan adalah WTP dalam artinya sebenar-benarnya: sebagai Warisan Terbaik Pembangunan.

Bagikan: