Tak ada kisah dramatis. Tak ada pengejaran. Yang ada hanyalah sebuah pertemuan kembali antara seorang anak dan keluarganya. Polisi kemudian mempertemukan keduanya agar dapat kembali berbincang sebagai keluarga. Sementara itu, SW menjalani pemeriksaan di Mapolres Banggai untuk kepentingan penyelidikan.
AKP Saiman mengatakan, kehadiran polisi dalam peristiwa ini bukan semata soal penegakan hukum, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan rasa aman dan membantu menyelesaikan persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap kepergian seorang anak, sering kali tersimpan kebutuhan untuk didengar. Sebab, tak semua persoalan keluarga berawal dari hal-hal besar. Kadang, ia tumbuh dari keinginan sederhana yang tak sempat dipahami, lalu berubah menjadi jarak yang akhirnya hanya bisa dipulihkan dengan pelukan.(Alin)
