Di samping itu, sejumlah permasalahan, kesiapan infrastruktur maupun sumber daya manusia yang dimiliki dapat dideteksi dan dicarikan solusinya melalui pendampingan tersebut. “Masterplan ini akan mempermudah pemerintah dalam mengurai masalah-masalah yang khas di daerah,” ujar Wakil Bupati.
Realisasi Gerakan Smart City yang bertujuan mendorong kabupaten/kota di Indonesia melakukan akselerasi pembangunan membutuhkan waktu yang tidak singkat. Menurut Wakil Bupati, diperlukan upaya yang berkelanjutan, bertahap, dan melibatkan multisektor. Olehnya itu, perlu adanya perencanaan matang, berjangka waktu, dan terintegrasi.
Dalam menjalankan program Gerakan Menuju Kota Cerdas, Kemenkominfo menggandeng tenaga ahli yang merupakan akademisi dari kampus-kampus ternama di Indonesia. Tim pembimbing penyusunan masterplan smart city Kabupaten Banggai terdiri dari Lukito Edi Nugroho, Nunu Dwi Retnandari, Muzakir Haitami (akademisi Universitas Gajah Mada), serta Rosi Adi Nugroho dari Kemenkominfo.
Dalam presentasinya, Lukito Edi Nugroho memberikan pemahaman tentang bagaimana konsep smart city bekerja. Meskipun mengadopsi konsep dasar smart city yang telah dikembangkan oleh kota-kota maju di dunia, menurut Lukito, konsep smart city di Indonesia akan berbeda karena menyesuaikan dengan kekhasan dan karakteristik tiap-tiap daerah. “Kita mengadopsi ide dari mereka (negara-negara maju), tetapi kita tidak perlu mengikuti mereka,” ujar Lukito.
