Iklan Banggai Post
Berita Utama

APBD Rp3 Triliun “Mubazir”? Banggai Terpuruk di Jurang Pertumbuhan Ekonomi, Tertinggal Jauh dari “Raja Nikel” Morowali Utara!

Struktur ekonomi Banggai tergolong lengkap—migas, perikanan, pertanian, perdagangan, hingga jasa. Namun, ketiadaan sektor unggulan yang didorong serius membuat pertumbuhan berjalan tanpa akselerasi.
Potensi seperti Donggi-Senoro LNG, perikanan laut, dan agroindustri masih berhenti pada tahap produksi primer. Hilirisasi yang seharusnya menciptakan nilai tambah belum berjalan optimal.
Problem Klasik yang Berulang

Sejumlah masalah struktural terus membayangi:
– Belanja tidak produktif masih dominan, dengan porsi besar untuk pegawai dan administrasi.
– Fokus sektor unggulan kabur, tanpa roadmap hilirisasi yang jelas.
– Perencanaan belum berbasis outcome; SIPD dan SAKIP belum dikaitkan langsung dengan PDRB, investasi, dan tenaga kerja.
– Minim investasi swasta, membuat ekonomi terlalu bergantung pada APBD.
Dalam kondisi ini, APBD berisiko menjadi “anggaran rutin”, bukan alat penggerak ekonomi.

Rekomendasi: Ubah Arah, Bukan Sekadar Angka

Bagikan: