Iklan Banggai Post
Berita Utama

APBD Rp3 Triliun “Mubazir”? Banggai Terpuruk di Jurang Pertumbuhan Ekonomi, Tertinggal Jauh dari “Raja Nikel” Morowali Utara!

Sejumlah masalah struktural terus membayangi:
– Belanja tidak produktif masih dominan, dengan porsi besar untuk pegawai dan administrasi.
– Fokus sektor unggulan kabur, tanpa roadmap hilirisasi yang jelas.
– Perencanaan belum berbasis outcome; SIPD dan SAKIP belum dikaitkan langsung dengan PDRB, investasi, dan tenaga kerja.
– Minim investasi swasta, membuat ekonomi terlalu bergantung pada APBD.
Dalam kondisi ini, APBD berisiko menjadi “anggaran rutin”, bukan alat penggerak ekonomi.

Rekomendasi: Ubah Arah, Bukan Sekadar Angka

Dorongan reformasi mengarah pada perubahan mendasar:
Alokasi 30–40% belanja ke sektor produktif: infrastruktur ekonomi, hilirisasi, dan UMKM berbasis rantai nilai.
Penetapan sektor unggulan tegas: migas & energi, perikanan (hilirisasi), agroindustri, dan pariwisata bahari.
Integrasi SIPD–SAKIP berbasis dampak ekonomi, bukan sekadar serapan anggaran.
Akselerasi investasi melalui kemudahan perizinan dan insentif daerah.
Penerapan money follows priority dan evaluasi program berbasis data.
Jika dijalankan konsisten, pertumbuhan Banggai berpeluang naik ke kisaran 5–7 persen dalam jangka menengah.

Di Titik Penentuan

Bagikan: