BANGGAIPOST.COM,Luwuk- Anggota DPRD Kabupaten Banggai Ibrahim Darise menilai, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tak adil dalam upaya menggenjot pembangunan infrastruktur pendidikan di daerah ini.
Pernyataan tersebut disampaikan kepada BanggaiPost, Selasa (25/7).
Menurut Ibrahim Darise, ada sejumlah alasan tudingan itu dialamatkan ke Dinas terkait. Salah satunya, tidak meratanya sebaran program pembangunan disejumlah sekolah, yang seharusnya perlu mendapatkan perhatian serius dari OPD terkait.
Sementara anggaran yang dialokasikan pada Dinas tersebut sangatlah besar. Ditahun 2023 sambung dia, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mendapatkan alokasi anggaran yang bersumber dari DAK sebesar Rp.46 Miliar, dan bersumber dari DAU senilai Rp. 100 miliar.
“Dana yang dialokasikan sangat besar, namun belum menyentuh pembangunan sekolah baik TK, SD dan SMP yang harus diprioritaskan,”ucapnya.
Di Desa Tuntung misalnya. Salah satu Sekolah Dasar di wilayah itu rusak berat ditimpa bencana tahun 2021 silam. Namun hingga saat ini tak kunjung di perbaiki.
“Ini temuan kami dilapangan saat reses. Kebetulan kami adalah anggota DPRD asal Dapil 2. Kondisi sekolah dikeluhkan terkena bencana, tapi belum dianggarkan untuk direnovasi,”kesalnya.
