Health

Anda Konsumsi Pemanis Buatan Pengganti Gula? Cermati Hal Ini

BANGGAIPOST.COM

Pemanis buatan rendah kalori yang selama ini dianggap sebagai alternatif lebih sehat dibanding gula kembali menjadi sorotan. Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa konsumsi tinggi beberapa jenis pemanis buatan dikaitkan dengan penurunan fungsi otak yang lebih cepat seiring bertambahnya usia.

Dikutip dari Newsweek, Senin (20/7/2026), penelitian yang dilakukan tim dari Universitas Sao Paulo, Brasil, melibatkan hampir 13.000 orang dewasa yang dipantau selama sekitar delapan tahun.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology milik American Academy of Neurology menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi pemanis rendah dan tanpa kalori dalam jumlah tinggi mengalami penurunan kemampuan berpikir dan daya ingat lebih cepat dibandingkan mereka yang mengonsumsinya dalam jumlah paling sedikit.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa studi ini tidak membuktikan pemanis buatan sebagai penyebab langsung penurunan fungsi kognitif. Penelitian hanya menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi tinggi pemanis tertentu dengan penurunan kemampuan otak dari waktu ke waktu.

“Pemanis rendah dan tanpa kalori sering dianggap sebagai alternatif sehat untuk gula. Namun, temuan kami menunjukkan bahwa pemanis tertentu mungkin memiliki efek negatif pada kesehatan otak seiring waktu,” kata penulis penelitian, Dr. Claudia Kimie Suemoto dari Universitas Sao Paulo.

Libatkan Hampir 13 Ribu Orang

Bagikan: