Berita

Ambulans untuk Siapa?


Editorial banggaipost.com


Kisah seorang bocah berusia tiga tahun di Banggai Kepulauan yang jenazahnya disebut terpaksa dibawa menggunakan sepeda motor karena tidak diizinkan menggunakan ambulans Program Berani Sehat telah memantik kemarahan publik. Di Medsos, Warganet ramai-ramai mengutuk kejadian ini sekaligus berempati pada apa yang dialami keluarga korban. Bukan semata karena ada aturan yang mungkin membatasi penggunaan ambulans, melainkan karena peristiwa ini menyentuh sisi paling mendasar dari pelayanan publik: kemanusiaan.

Di negeri ini, masyarakat tidak pernah terlalu mempersoalkan regulasi selama mereka masih melihat adanya empati. Yang sulit diterima adalah ketika aturan terlihat lebih penting daripada rasa kemanusiaan.

Tentu, kita belum mengetahui secara utuh duduk persoalannya. Bisa saja memang ada ketentuan yang melarang ambulans digunakan untuk mengangkut jenazah. Bisa pula pengelola ambulans hanya menjalankan prosedur yang mereka pahami. Namun di mata masyarakat, yang terlihat adalah sebuah keluarga yang sedang berduka tidak mendapatkan bantuan kendaraan yang tersedia di desanya.

Inilah yang menjadi persoalan sesungguhnya.

Bagikan: