Iklan Banggai Post
Peristiwa

Akibat Kemarau Berkepanjangan, Sawah Warga Masama “Bak Kerupuk”

Kemarau berkepanjangan yang melanda wilayah Sulawesi Tengah mulai berdampak nyata terhadap lahan pertanian di Kecamatan Masama, Kabupaten Banggai. Salah satu lahan persawahan milik warga di wilayah tersebut mengalami kekeringan cukup parah.

Tanah sawah yang biasanya basah kini tampak retak-retak dan mengering. Tanaman padi yang masih muda pun terpaksa bertahan dengan pasokan air yang sangat minim.

Kondisi tersebut diabadikan petani setempat, Made Rusdhy, melalui sebuah video yang diunggahnya. Dalam rekaman itu, permukaan tanah sawah terlihat pecah-pecah hingga menyerupai kerupuk. Saat diinjak, tanah yang mengering tersebut bahkan mengeluarkan bunyi renyah.

“So kayak krupuk depe bunyi pas di injak,” tulis Made Rusdhy dalam keterangan unggahannya.

Kondisi kekeringan ini terjadi di tengah fenomena El Niño yang turut memengaruhi pola musim di Indonesia. Kondisi tersebut dapat membuat sejumlah wilayah mengalami musim kemarau yang lebih kering dan berpotensi lebih panjang dari biasanya.

Para petani di Masama pun mulai dihantui kekhawatiran. Ketersediaan air menjadi faktor penting bagi pertumbuhan tanaman padi. Jika kemarau terus berlangsung tanpa hujan yang memadai, tanaman berisiko mengalami gangguan pertumbuhan, bahkan gagal panen.

Bagikan: