Indepth Reporting

Ada Pundi Besar di Balik Alsintan

Nilai satu unit alsintan yang mencapai ratusan juta rupiah membuat program ini memiliki nilai ekonomi yang tidak kecil. Jika dalam proses penyalurannya terdapat pembayaran tertentu, jika alat diperjualbelikan, atau jika penguasaannya jatuh ke tangan segelintir pihak, maka potensi keuntungan yang muncul juga layak ditelusuri.

Dugaan mahar Rp150 juta yang disampaikan langsung seorang petani kepada Menteri Pertanian di Batui Selatan semestinya menjadi pintu masuk untuk melihat persoalan ini lebih jauh. Bukan hanya mencari tahu apakah benar ada permintaan uang Rp150 juta, tetapi juga menelusuri jejak alsintan di Banggai.

Berapa banyak bantuan yang telah disalurkan? Kelompok tani mana saja yang menjadi penerima? Di mana alat-alat itu sekarang? Siapa yang mengoperasikannya? Apakah seluruh anggota kelompok mendapatkan manfaat? Dan apakah ada pembayaran tertentu sebelum bantuan sampai ke tangan penerima?

Semua pertanyaan itu layak dijawab secara terbuka. Kasus-kasus sebelumnya menunjukkan bahwa alsintan bantuan pemerintah pernah menjadi objek dugaan transaksi dan penyimpangan. Kini, dugaan serupa kembali mencuat di Banggai dan bahkan disampaikan langsung kepada Menteri Pertanian.

Bagikan: