Yoan, seorang sopir pikap yang sering melintasi jalur ini, mengungkapkan bahwa meski saat ini kondisi jalan masih bisa dilalui karena musim panas, tetapi ketika musim hujan tiba, sungai tersebut menjadi sangat sulit dilewati.
“Pernah ada truk yang terjebak di sini, jam 12 malam,” kata saat ditemui awak media seusai melintasi sungai yang penuh tantangan, Rabu, 11 September 2024.
Yoan menambahkan, bahwa satu-satunya jembatan yang ada hanyalah jembatan darurat dari kayu yang cuma bisa dilalui sepeda motor, dan tidak ada jembatan permanen untuk kendaraan roda empat.
Yoan berharap pemerintah segera memperbaiki kondisi ini agar aksesibilitas desa-desa tersebut dapat lebih baik dan aman. (*)
