Terkait konflik agraria di Batui, lanjut Gogo, telah berlangsung selama 13 tahun dan tidak pernah mendapatkan bantuan penyelesaian oleh pemangku kepentingan yang diberikan amanat oleh undang-undang untuk berpihak kepada rakyat.
“Banyak ibu-ibu lansia yang pingsan karena kelelahan menunggu tetapi tidak ada satupun itikad baik mereka, walaupun hanya untuk bertemu dan berdialog dengan masa aksi,” terangnya.
“Sudah beberapakali Petani Sawit Batui mengalami intimidasi oleh aparat penegak hukum ketika berkebun, bahkan ada yang sampai dipidanakan atas tuduhan mencuri di tanah sendiri,”pungkasnya. (RED/Rls)
