Berita Utama

20 Tahun Menanti Air Bersih: Suara Sunyi dari Pedalaman Hunduhon

FOTO: Ilustrasi/Banggai Post

Di tengah gemuruh janji pembangunan, ada suara lirih dari pedalaman Desa Hunduhon, tepatnya di Dusun 1 Kampung Balantak.


Laporan: Parlin Yusuf, Banggai Post


Suara itu berasal dari warga yang telah lebih dari dua dekade hidup tanpa akses air bersih yang layak. Panjid, seorang tokoh masyarakat setempat, menyambut wartawan Banggai Post dengan mata yang tajam namun penuh harap.

“Sudah hampir 20 tahun kami di sini hanya menunggu. Air bersih itu belum benar-benar menyentuh kehidupan kami,” ujarnya pelan, Jumat (25/7).

PENANTIAN YANG LAMA: Panjid, warga Dusun 1 Desa Hunduhon (kiri) menceritakan keluhan mereka soal air bersih. Penantian yang tak kunjung berakhir?(FOTO: PARLIN/BANGGAI POST)

Ia mengisahkan bagaimana warga di dusunnya—yang tak jauh dari pusat Kecamatan Luwuk Timur—masih bergantung pada sumur bor seadanya. Sebagian lainnya bahkan menggunakan air kuala (air permukaan alami) yang keruh dan jauh dari kata layak.

“Pernah ada program PAMSIMAS di tahun 2024, tapi sayangnya itu tidak bisa kami manfaatkan. Salah teknis dari pengelola dan pengurus proyek, akhirnya tak bisa digunakan,” kenangnya, sambil menatap ke arah tandon tua yang kini kosong.

Bagikan: