Yakni, Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah tentang Hasil Evaluasi Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Banggai diterbitkan pada 3 Oktober 2025. Dalam evaluasi tersebut, gubernur menyoroti kinerja sejumlah BUMD, termasuk kerugian yang dialami PT BEU pada tahun buku 2024.
Lalu, hanya tiga hari berselang, tepatnya pada 6 Oktober 2025, PT BEU menerima hibah kabel sisa konstruksi dari PT DSLNG yang nilainya mencapai sekitar Rp4,45 miliar.
Sayangnya, Banggai Post belum menemukan dokumen yang menjelaskan secara rinci kapan proses hibah tersebut mulai dibahas, disepakati, dan diproses hingga akhirnya diterima perusahaan.
Karena itu, kronologi ini belum dapat ditafsirkan sebagai hubungan sebab-akibat. Namun, keterkaitan waktunya menjadi bagian penting yang layak diketahui publik untuk memahami perjalanan keuangan perusahaan sepanjang 2025.
Kualitas Laba Menjadi Pertanyaan
Meski berhasil membalikkan kerugian menjadi laba dan bahkan membagikan dividen pada 2026, muncul pertanyaan mengenai kualitas keuntungan yang diperoleh perusahaan.
Pasalnya, salah satu faktor utama yang menopang perbaikan kinerja tersebut berasal dari hibah aset yang bersifat non-rutin atau tidak berulang setiap tahun.
Sementara itu, sumber pendapatan utama yang selama ini diharapkan, yakni PI 10 persen Wilayah Kerja Senoro-Toili, belum memberikan kontribusi berarti terhadap pendapatan perusahaan.
