Berita Utama

PT BEU, Buntung di 2024, Untung di 2025. Tapi Penghasilan Utamanya dari Hibah Kabel Bekas

Berdasarkan dokumen RUPS dan berbagai laporan publik yang berhasil dihimpun Banggai Post menunjukan, perbaikan kinerja PT BEU pada 2025 tidak berasal dari Participating Interest (PI) 10 persen sektor migas yang selama ini menjadi alasan penyertaan modal pemda miliar rupiah ke entitas bisnis tersebut.

Sebaliknya, terdapat beberapa faktor yang disebut berkontribusi terhadap membaiknya kondisi keuangan perusahaan. Di antaranya adalah penerimaan hibah kabel sisa konstruksi dari PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) senilai Rp4.456.094.467 (termasuk PPN) yang diterima pada 6 Oktober 2025.

Selain itu, perusahaan juga melakukan efisiensi biaya operasional dan mengembangkan sejumlah kerja sama usaha di bidang jasa penunjang migas.

Kombinasi faktor tersebut membuat posisi keuangan perusahaan membaik. Saldo kas PT BEU per akhir 2025 dilaporkan mencapai sekitar Rp5,5 miliar, sehingga perusahaan tidak lagi mengajukan tambahan penyertaan modal yang sebelumnya sempat direncanakan untuk tahun 2026.

Kronologi yang Menarik

Namun di balik fakta itu, ada  satu fakta kronologis yang menarik untuk dicermati publik.

Yakni, Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah tentang Hasil Evaluasi Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Banggai diterbitkan pada 3 Oktober 2025. Dalam evaluasi tersebut, gubernur menyoroti kinerja sejumlah BUMD, termasuk kerugian yang dialami PT BEU pada tahun buku 2024.

Bagikan: