Efisiensi bukan sekadar soal menghemat uang. Efisiensi adalah keberanian mengubah budaya birokrasi dari yang berorientasi pada belanja menjadi berorientasi pada hasil (outcome). Jika Banggai ingin mempercepat pembangunan di tengah keterbatasan fiskal, maka yang harus dikurangi bukan hanya anggaran yang tidak prioritas, tetapi juga segala bentuk pengeluaran yang tidak mampu menjelaskan manfaatnya secara nyata kepada publik.
Sebab pada akhirnya, setiap rupiah APBD adalah uang rakyat. Dan uang rakyat tidak boleh dikelola berdasarkan kebiasaan, melainkan berdasarkan kinerja yang dapat dibuktikan.(Nadja88)
