Sementara itu, External Communications DSLNG, Rahmat Aziz dalam pemaparannya menjelaskan alur bisnis perusahaan migas.
Sebagai perusahaan hilir kata dia, fokus utama DSLNG adalah menerima gas alam dari perusahaan hulu, lalu memprosesnya di dalam kilang untuk diubah menjadi cair (LNG).
DSLNG mengelola fasilitas kilang tunggal (Satu Train) dan mengekspor hasilnya, namun juga berkomitmen memenuhi kebutuhan gas domestik, dengan alokasi beberapa kargo LNG untuk kebutuhan dalam negeri.
“Proyek ini merupakan investasi besar yang bertujuan menghasilkan pertumbuhan ekonomi. Dan Kita patut bersyukur Banggai memiliki LNG karena tidak semua daerah memilikinya,”ucapnya.
Iapun menginformasikan kabar menggembirakan bahwa DSLNG saat ini meraih penghargaan PROPER hijau 2026 dari Kementerian Lingkungan Hidup. Ini membuktikan komitmen perusahaan dalam mengelolah lingkungan secara berkelanjutan.
Kegiatan ini pun diapresiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Banggai.
“Kegiatan ini merupakan momen berharga bagi kalangan jurnalis untuk memperkaya khazanah keilmuan, khususnya hilirisasi Migas,”tutur Ketua PWI Banggai Abdul Saleh. (Sri)
