Langkah pertama adalah meningkatkan daya tarik imbal hasil berbagai instrumen keuangan negara, termasuk Surat Berharga Negara (SBN), Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), dan instrumen pasar saham. Kebijakan ini ditujukan untuk menarik aliran modal masuk (capital inflow) sekaligus memperkuat cadangan devisa nasional.
Langkah kedua adalah mengoptimalkan pengelolaan likuiditas kas negara melalui Bank Indonesia, termasuk peningkatan remunerasi atau imbal hasil atas dana kas pemerintah yang ditempatkan di bank sentral.
Selain dua langkah tersebut, rapat koordinasi juga menghasilkan komitmen untuk mempererat sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter agar dapat saling mendukung dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Pemerintah dan otoritas moneter juga menegaskan pentingnya percepatan pertumbuhan sektor riil melalui penguatan sektor pangan, energi, perikanan, industrialisasi, dan hilirisasi sebagai motor penggerak ekonomi.
Dalam keterangannya, Sufmi Dasco Ahmad menyebut hasil koordinasi tersebut akan dijelaskan lebih rinci oleh masing-masing institusi sesuai kewenangan dan bidang tugasnya.
Pertemuan tersebut menjadi salah satu langkah koordinatif pemerintah, DPR, dan Bank Indonesia dalam merespons tekanan terhadap Rupiah serta menjaga kepercayaan pasar di tengah dinamika ekonomi global yang masih berlangsung.(RDK)
