Selain itu, saat ditanyakan apakah bantuan – bantuan yang diberikan masih ada dan dapat dibuktikan? Markiano secara tegas mengatakan: “Silakan saja dicek semua bantuan itu masih utuh seperti sapi dan lain-lain.”
Sebelumnya, masalah bantuan percetakan sawah memang mencuat dan dipersoalkan oleh anggota kelompok. Antara oleh salah seorang anggota kelompok, Alton dan anggota kelompok lainya.
Menurut pengakuan Alton dan anggotanya kepada Banggai post sejak bantuan ini turun anggota kelompok tidak dilibatkan.
Mereka pun tidak mengetahui kemana larinya bantuan tersebut. Seperti pupuk 7,5 ton yang disalurkan hanya 8 sak karung kepada kelompok, bahkan dana 150 juta untuk pembelian sapi serta sisa dana tersebut serta traktor dan mesin penggiling padi dinilai tidak jelas juntrungannya.
“Kita ini dimasukan dalam anggota kelompok tapi tidak dilibatkan. Semua bantuan yang ada kami tahu tapi kami tidak diperlihatkan sehingga kami merasa bantuan yang ada telah disalah gunakan dan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi,” ucapnya.
