“Torang di belakang rumah sakit sudah hampir enam bulan air tidak jalan. Tapi tetap datang menagih pembayaran air. Sudah berulang kali lapor, malah disuruh beli pipa sendiri, katanya itu urusan kami. Untung ada tetangga yang baik hati kasih pinjam air karena di rumah mereka air masih jalan,” ungkap Nuraini.
Rangkaian keluhan tersebut menunjukkan persoalan distribusi air bersih masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan di Kabupaten Banggai. Di saat pemerintah daerah merayakan Hari Jadi Banggai ke-66 dengan berbagai kegiatan seremonial, warga berharap perhatian terhadap pelayanan dasar, khususnya penyediaan air bersih, juga menjadi prioritas utama.
Masyarakat mendesak PDAM Kabupaten Banggai segera memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab gangguan distribusi air, langkah penanganan yang sedang dilakukan, serta kepastian kapan layanan dapat kembali normal.
Hingga berita ini diterbitkan, Direktur PDAM Kabupaten Banggai, Damri Dayanun, belum memberikan tanggapan. Banggai Post telah berupaya menghubungi yang bersangkutan untuk meminta konfirmasi, namun belum memperoleh respons terkait keluhan masyarakat mengenai distribusi air bersih.(Alin)
