Berita Utama

Di Tengah Semarak Hari Jadi Banggai ke-66, Krisis Air Bersih Masih Mendera Warga Kota Luwuk

“Cho kenapa ini air PDAM Luwuk area Hanga-Hanga 1 sudah tiga hari mati. Di tanya di kantor katanya dorang belum tahu pasti kapan air jalan. Kan aneh. Kalau saya tanya orang pasar berapa harga rica satu kilo, pasti ada jawabannya. Harus ada penjelasan dari pihak yang memang membidangi. Masa kami terus yang harus angkat air. Giliran terlambat bayar langsung dikenakan denda,” tulis Rasman melalui unggahan di media sosial pribadinya.

Keluhan serupa disampaikan akun media sosial bernama trustwortylemur5488. Ia menilai pelayanan PDAM tidak sebanding dengan kewajiban pelanggan yang tetap membayar tagihan setiap bulan.

“Pegawai tetap terima gaji setiap bulan dari pelanggan yang bayar. Tapi air sering mati, bahkan sampai tiga atau empat hari. Tagihan tetap harus dibayar, kalau terlambat sehari langsung kena denda. Tolong pemerintah daerah segera benahi persoalan air ini,” tulisnya.

Sementara itu, Nuraini Jasmina Salamina mengaku kondisi yang lebih parah dialami warga di kawasan belakang rumah sakit di Kecamatan Luwuk Utara. Menurutnya, sudah hampir enam bulan air PDAM tidak mengalir ke rumahnya.

Bagikan: