Berita Utama

CSR Perusahaan di Luwuk Timur Dipertanyakan,Fikri Palawa Gaungkan Aksi Besar Jelang May Day

Lebih lanjut, ia menilai ketimpangan sosial akan terus terjadi jika perusahaan hanya berfokus pada keuntungan tanpa memperhatikan kondisi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

โ€œPerusahaan tidak boleh hanya datang dan meraup keuntungan. Jika keuntungan besar terus mengalir, sementara masyarakat masih hidup dalam keterbatasan, ini bukan keadilan, melainkan ketimpangan yang nyata,โ€ tambah Fikri.

Momentum May Day, lanjutnya, harus dimanfaatkan sebagai titik balik untuk mendorong perubahan nyata. Ia menegaskan bahwa CSR harus menjadi komitmen yang konkret, terukur, dan berkelanjutan, bukan sekadar formalitas.

Fikri juga mendesak pemerintah untuk berani mengambil langkah tegas terhadap perusahaan yang lalai menjalankan kewajiban sosialnya. Transparansi CSR, keadilan sosial, serta pengawasan yang kuat dinilai menjadi agenda penting dalam perjuangan ke depan.

โ€œMay Day akan menjadi panggung perjuangan. Buruh, pemuda, dan masyarakat Luwuk Timur harus bersatu. Jangan biarkan perusahaan terus kaya, sementara rakyat di sekitar wilayah operasional tetap hidup dalam kesulitan dan jauh dari kesejahteraan,โ€ pungkasnya.(Alin)

Bagikan: