Bupati Balut Buka Bimtek Implementasi Perizinan Berbasis Risiko Tahun 2023

BANGGAI POST, BALUT- Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Banggai Laut kembali menggelar bimbingan teknis (bimtek) Implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Tahun 2023. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini difokuskan di Aula Hotel Carabella, Kamis (27/07). Bimtek yang berlangsung dalam satu hari dihadiri puluhan pelaku usaha. Tema Bimtek kali ini yakni di Implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko pada pelaku usaha terhadap perkembangan investasi dan perizinan berusaha di kabupaten Banggai Laut tahun 2023.

Ketua Panitia pelaksana Kepala Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal dan Informasi Penanaman Modal, Samiang, SE., M.A.P, di awal laporannya menyampaikan, bahwa pencapaian realisasi investasi pada tahun 2022 melebihi target yang diberikan oleh Dinas PM-PTSP Provinsi Sulawesi Tengah, dimana dengan target 22 Miliar pencapaian realisasi investasi mencapai 33 Miliar atau persentase peningkatan yaitu 52 % . Sedangkan untuk tahun 2023 berdasarkan rakor PM-PTSP se-provinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Banggai Laut diberikan target investasi sebesar 20 miliar.

Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan ini yaitu, Peningkatan Realisasi Investasi Sebagai Barometer, Perkembangan Investasi dengan sasaran, Meningkatnya Jumlah Pelaku Usaha yang Memiliki Perizinan Berusaha, Meningkatnya Jumlah pelaporan Kegiatan penanaman Modal Pelaku Usaha Kualitasi Penanaman Modal.

Adapun hasil yang ingin dicapai dalam pelaksanaan bimtek tersebut yakni Meningkatkan Persepsi Pemda Terhadap Laporan Kegiatan Penanaman Modal, Memperoleh data realisasi Penanaman modal yang akurat, Memfasilitasi Pencapaian proyek/Kontruksi Investasi, Melakukan Bimbingan & Konsultasi Langsung dengan pelaku Usaha, Melakukan Dialog guna Memfasilitasi Penyelesaian masalah dan Hambatan yang dihadapi Pelaku Usaha.

Kegiatan bimtek kali ini dibuka secara resmi oleh Bupati Banggai Laut Sofyan Kaepa. Lewat sambutannya, orang nomor satu di Banggai Laut menyampaikan, bahwa yang pertama terlintas dalam pikiran tentang bimtek ini yaitu risiko. Menurut Bupati Sofyan, banyak investor yang ingin melakukan investasi di Kabupaten Banggai Laut. Tetapi berbagai banyak pertimbangan, sehingga pemerintah daerah belum memberikan izin.

“Jika ingin menambah investasi di Banggai Laut, pemerintah daerah harus mengambil risiko. Tapi saya tidak mau,” ungkapnya.

“Ada pihak Cina ingin masuk Banggai Laut tapi saya tolak. Kalau saya mau, pasir di Lambako di keruk, kampungnya habis,” jelasnya.

Disamping itu, Bupati Sofyan Kaepa menyampaikan, bukan tidak mau Banggai Laut ini kaya, hanya harus di pikirkan risikonya.

“Oleh sebab itu, kegiatan ini sangatlah penting untuk kita semua,” tuturnya. (IK)