Ia berharap pemerintah kecamatan dan kelurahan juga dapat mengedukasi para orang tua agar tidak lagi menuntut anak untuk bisa cepat calistung.
“Kemampuan itu (calistung) hanya sebagian kecil dari kemampuan fondasi yang harus dibina pada anak PAUD dan SD kelas awal,” kata dia.
Nindyah juga mengimbau agar tidak ada lagi sekolah yang menyalahkan PAUD karena peserta didiknya belum bisa calistung.
Untuk mendukung Gerakan Transisi PAUD ke SD Yang Menyenangkan, Bunda PAUD Banggai mencanangkan inovasi Gerakan 3M : Bunda PAUD menyapa, memberi, dan menguatkan.
Bunda PAUD Banggai Syamsuarni menyampaikan terima kasih kepada jajaran Ditjen PAUD yang berkesempatan memantau langsung penerapan gerakan transisi di Kabupaten Banggai.
“Di setiap kesempatan, kami selalu mengimbau pihak sekolah agar tidak memaksakan peserta didiknya bisa cepat calistung, tetapi lebih menekankan pada proses pembelajaran yang menyenangkan untuk anak,” ujar Syamsuarni.
Kunjungan di kedua sekolah itu dilakukan setelah sehari sebelumnya Pokja Bunda PAUD Banggai menggelar bimbingan teknis Gerakan Transisi PAUD ke SD Yang Menyenangkan bagi para guru PAUD dan SD kelas awal.
Bimtek tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kemendikbudristek Komalasari.(Dkf)
