Karena itu, Hari Jadi Banggai semestinya tidak hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga menjadi momentum evaluasi. Sejauh mana pemerintah telah memenuhi hak-hak dasar masyarakat? Persoalan apa yang belum selesai? Dan apa yang menjadi prioritas setelah pesta berakhir?
Perayaan akan selesai dalam beberapa hari. Panggung akan dibongkar. Lampu akan dipadamkan.
Namun, persoalan air bersih tetap ada. Jalan rusak tetap harus dilalui. Petani tetap menghadapi ancaman gagal panen. Anak-anak tetap belajar di sekolah yang membutuhkan perbaikan.
Kita sepertinya lupa bahwa keberhasilan sebuah daerah tidak diukur dari semaraknya perayaan hari jadi. Ia diukur dari keberanian pemerintah menetapkan prioritas. Sebab bagi masyarakat, yang paling dibutuhkan bukan panggung hiburan yang megah, melainkan pelayanan dasar yang benar-benar hadir.(*)
