Berita Utama

Berpesta di Tengah Krisis Kebutuhan Dasar

Di sinilah publik patut bertanya: di mana hati nurani pemerintah ketika pesta tetap berlangsung, sementara sebagian rakyat masih berjuang memenuhi kebutuhan paling dasar? Kemeriahan memang penting sebagai bagian dari perayaan. Namun, kemeriahan kehilangan makna ketika air bersih masih menjadi persoalan, petani merugi akibat gagal panen, jalan rusak dibiarkan bertahun-tahun, dan sekolah masih jauh dari kata layak.

Pertanyaan itu menjadi semakin relevan di tengah semangat efisiensi anggaran yang terus digaungkan Presiden Prabowo Subianto. Efisiensi bukan sekadar memangkas belanja, melainkan menempatkan anggaran pada prioritas yang paling menyentuh kepentingan rakyat. Jika pemerintah pusat mengajak seluruh daerah menggunakan setiap rupiah secara lebih efektif dan berorientasi pada hasil, maka semangat yang sama seharusnya tercermin dalam setiap kebijakan daerah, termasuk dalam menentukan skala prioritas belanja.

Air bersih, jalan, pendidikan, dan perlindungan terhadap sektor pertanian bukanlah program tambahan. Itu adalah kewajiban utama pemerintah. Sebelum berbicara tentang kemajuan, kebutuhan-kebutuhan dasar itulah yang seharusnya dipastikan lebih dahulu terpenuhi.

Bagikan: