Awalnya, Daeng Rustam hanya memiliki 2 Hektare lahan sawit. Dari pendapatan produksi sawit miliknya, ia kemudian membeli lahan lagi. Alhasil, saat ini petani Sukses itu telah memiliki lahan Sawit seluas 21 Ha, dengan rata-rata produksi 1 Ton/ha setiap bulannya.
Dari penghasilan sebagai petani yang ia dapatkan melalui pola kemitraan Plasma bersama PT.KLS, kini kehidupan Daeng Rustam terbilang lebih dari cukup. Ia memiliki sejumlah asset, berupa rumah, Gudang dan kendaraan penunjang usaha.
Tidak hanya itu, berkah Sawit, Daeng Rustam mampu menyekolahkan anaknya di Perguruan Tinggi ternama, di Makassar dan Jogja. Bahkan, salah satu anaknya, tengah menyelesaikan program Magister (S2).
“Kalau ada yang bilang perusahaan PT.KLS menyengsarakan petani, itu salah besar. Yang mengatakan seperti itu, hanya ada dua kemungkinan. Pertama, Ia malas mengurus sawitnya. Kedua, yang bersangkutan tidak punya kebun Sawit,”tandasnya.
Geliat perekonomian di Kecamatan Toili dan Moilong urai dia, dapat di ukur dari kondisi buah Sawit. Disaat buah sedang drop, maka situasi pasar akan sepi. Jika buah Sawit sedang banyak, maka situasi pasar akan padat di datangi pengunjung.
