“Ricanya kerdil-kerdil, satu jengkal sudah berbuah. Terongpun begitu, sedikit buahnya. Paling hanya bisa bertahan beberapa bulan kedepan,”tuturnya.

Jika melihat kondisi ini, sambung dia, program yang digulirkan Pemda setempat tak akan membuahkan hasil maksimal dalam pemberdayaan ekonomi keluarga.
“Bicara peningkatan ekonomi dengan tanaman ini sangat jauh dari harapan. Apa yang di jual kalau cuma 5 sampai 6 buahnya. yang lain mati. Paling hanya bisa di pakai untuk kebutuhan dapur saja,”tandasnya.
Masih lebih baik kata Nurdin, bantuan yang diberikan berupa benih cabai dan terong. Biarkan penerima bantuan yang menanam langsung di tanah mereka. Di rawat secara maksimal, hingga membuahkan hasil untuk di pasarkan.
“Ini yang diterima bukan bibit. Tapi sudah berbuah di polybag, pohonnya tinggal di ikat gunakan kayu, akar tidak kokoh karena menggunakan sekam,”keluhnya. (NS)
