Meski air mulai berangsur surut di beberapa titik pada malam hari, warga masih diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat cuaca di wilayah Morowali masih berpotensi diguyur hujan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa maupun pengungsian massal. Namun, banyak warga terlihat berupaya menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah mereka.
Pemerintah daerah melalui BPBD Morowali masih melakukan pendataan jumlah rumah dan fasilitas yang terdampak. Kerugian materiil diperkirakan meliputi kerusakan perabot rumah tangga, usaha kecil menengah, hingga fasilitas komersial yang terendam air.
Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, dan relawan telah diterjunkan ke lokasi untuk membantu warga melakukan evakuasi barang serta membersihkan saluran drainase yang tersumbat.
Secara geografis, wilayah Bungku diketahui memiliki kerentanan terhadap banjir karena topografi dataran rendah dan kedekatannya dengan aliran sungai. Selain faktor curah hujan tinggi, perubahan tata guna lahan dan aktivitas industri di sekitar kawasan juga kerap menjadi sorotan masyarakat karena dinilai memperparah kondisi lingkungan.
