Nadjamuddin juga menyoroti pentingnya menghadirkan pemimpin yang tidak terlalu terbebani oleh utang politik masa lalu. Menurutnya, pemerintahan yang terlalu banyak dibebani kompromi politik berisiko kehilangan fokus dalam menyelesaikan persoalan publik.
Pada akhirnya, ia menegaskan bahwa pertanyaan utama menjelang Pilkada Banggai 2030 bukanlah siapa yang akan bertarung, melainkan siapa yang paling siap mengubah kekayaan dan potensi daerah menjadi kesejahteraan yang dapat dirasakan masyarakat secara nyata.
โYang paling penting bukan siapa yang paling populer atau paling kuat secara politik, tetapi siapa yang paling siap membawa Banggai keluar dari paradoks sebagai daerah kaya yang belum sepenuhnya sejahtera,โ pungkasnya.(Alin)
