Berita Utama

APBD Rp3 Triliun “Mubazir”? Banggai Terpuruk di Jurang Pertumbuhan Ekonomi, Tertinggal Jauh dari “Raja Nikel” Morowali Utara!

Dorongan reformasi mengarah pada perubahan mendasar:
Alokasi 30–40% belanja ke sektor produktif: infrastruktur ekonomi, hilirisasi, dan UMKM berbasis rantai nilai.
Penetapan sektor unggulan tegas: migas & energi, perikanan (hilirisasi), agroindustri, dan pariwisata bahari.
Integrasi SIPD–SAKIP berbasis dampak ekonomi, bukan sekadar serapan anggaran.
Akselerasi investasi melalui kemudahan perizinan dan insentif daerah.
Penerapan money follows priority dan evaluasi program berbasis data.
Jika dijalankan konsisten, pertumbuhan Banggai berpeluang naik ke kisaran 5–7 persen dalam jangka menengah.

Di Titik Penentuan

Situasi ini menjadi peringatan serius. Dengan sumber daya dan anggaran besar, stagnasi bukan lagi soal keterbatasan, melainkan pilihan kebijakan.
“Banggai kini berada di persimpangan: tetap berjalan di pola lama dengan hasil minim, atau melakukan lompatan kebijakan untuk mengejar ketertinggalan. Waktu tidak banyak. Tanpa perubahan arah, angka triliunan hanya akan menjadi statistik—bukan kesejahteraan,” tutup Nadia. (*/Alin)

Bagikan:
Iklan Banggai Post