- Diversifikasi ekonomi lokal (pertanian, kelautan, turisme, pengolahan) untuk memperkuat basis pajak usaha.
- Bangun cadangan fiskal & mekanisme manajemen risiko.
- Tingkatkan transparansi dan akuntabilitas melalui publikasi dashboard kinerja keuangan per OPD.
Sementara untuk Indikator Kinerja yang disarankan (KPI Fiskal) sebagai berikut (lihat grafis).
“Sebagai penutup saya ingin menyatakan bahwa APBD Banggai 2025 menyimpan peluang sekaligus risiko besar. Percepatan penagihan, digitalisasi pembayaran, prioritas belanja modal siap pakai, dan monetisasi BUMD harus jadi fokus agar anggaran besar ini benar-benar berdampak bagi kesejahteraan rakyat,” tegas putra asli Banggai yang kini berkiprah sebagai ASN di Kemenapn RB.(Alin)
