Ada kalanya persoalan yang dibawa ke ruang publik tidak langsung mendapatkan penyelesaian. Tetapi setidaknya, keluhan masyarakat tidak berhenti sebagai percakapan di warung, rumah atau grup WhatsApp. Persoalan tersebut menjadi informasi yang dapat diketahui lebih luas dan diharapkan mendapat perhatian dari pihak yang memiliki kewenangan.
Kini, kiprah tersebut terus dilanjutkan melalui Luwuk Times, salah satu media online yang dikenal masyarakat Kabupaten Banggai.
Bagi sebagian orang, menjadi jurnalis mungkin hanya sebatas pekerjaan. Namun bagi Antho Yasin, profesi tersebut menjadi salah satu jalan untuk tetap dekat dengan masyarakat dan menyampaikan suara mereka yang terkadang tidak terdengar.
Perjalanan dari seorang loper koran hingga menjadi jurnalis sekaligus anggota BPD menunjukkan satu hal: keberpihakan kepada masyarakat tidak selalu harus diwujudkan dengan pernyataan besar.
Kadang ia dimulai dari hal sederhana—mau mendengar keluhan warga, datang melihat persoalan di lapangan, bertanya kepada pihak terkait, lalu menyampaikannya kepada publik.
Sepanjang masih ada keluhan masyarakat dan sepanjang masih ada persoalan yang menyangkut hak warga, Antho mengaku akan terus berupaya mengawal dan menyuarakannya melalui kapasitasnya sebagai anggota BPD maupun melalui profesinya sebagai jurnalis.
