Sikap kritis tersebut, menurut penulis, bukan semata-mata untuk mencari perhatian ataupun panggung. Yang terlihat justru adanya upaya untuk mendorong agar persoalan yang dirasakan masyarakat mendapatkan perhatian dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
Bagi seorang jurnalis sekaligus anggota BPD, posisi tersebut tentu bukan tanggung jawab yang ringan.
Ia berada cukup dekat dengan masyarakat, mendengar keluhan warga, kemudian memiliki dua jalur untuk menyampaikan persoalan tersebut: melalui lembaga tempatnya menjalankan amanah sebagai anggota BPD dan melalui media sebagai ruang informasi publik.
Namun, menjadi penyambung aspirasi masyarakat juga membutuhkan kehati-hatian. Kritik seharusnya tidak diarahkan untuk mencari-cari kesalahan atau menyerang pihak tertentu, melainkan untuk memastikan persoalan yang dikeluhkan masyarakat mendapat penjelasan dan solusi.
Di sinilah pentingnya keberanian yang berjalan bersama tanggung jawab.
Setiap persoalan yang disampaikan kepada publik harus tetap berpijak pada fakta, dikonfirmasi kepada pihak terkait dan memberikan ruang bagi semua pihak untuk menjelaskan duduk persoalannya.
Antho memilih jalan tersebut.
Ia terus memantau berbagai keluhan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan BBM, LPG bersubsidi, bantuan masyarakat maupun persoalan pelayanan publik.
