BANGGAIPOST LUWUK – Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Kebudayaan Kabupaten Banggai memilih bungkam saat dikonfirmasi terkait dugaan seorang oknum guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang mengajar di salah satu sekolah di Kecamatan Luwuk Timur, namun disebut-sebut kerap menjadi sopir pribadi pejabat tersebut.
Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan, oknum guru tersebut diduga sering melalaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai tenaga pendidik karena aktivitas di luar sekolah.
Media ini telah mencoba melakukan konfirmasi langsung kepada Sekdis Pendidikan Pemuda dan Kebudayaan melalui pesan WhatsApp. Dalam pesan tersebut, wartawan menuliskan:
“Assalamualaikum izin Pak Sekdis, saya dari BanggaiPost. Ada yang perlu saya konfirmasi terkait salah satu oknum P3K di Luwuk Timur yang kerap dipanggil menjadi sopir pribadi. Apakah benar demikian, dan apakah hal itu tidak berdampak pada tugasnya sebagai guru?”
Sekdis sempat merespons singkat dengan pertanyaan, “Waalaikumsalam, siapa?”
Media ini kemudian menjelaskan identitas oknum yang dimaksud dengan inisial R, sekaligus mempertanyakan apakah aktivitas tersebut tidak mengganggu kewajibannya sebagai pendidik.
Namun setelah nama oknum tersebut disampaikan, Sekdis tidak lagi memberikan jawaban dan memilih tidak merespons pesan lanjutan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Sekdis terkait dugaan rangkap aktivitas di luar sekolah yang dinilai berpotensi mengganggu tugas utama sebagai guru.
Sikap bungkam tersebut memunculkan tanda tanya di kalangan masyarakat dan menjadi perhatian publik, mengingat guru P3K seharusnya fokus menjalankan tugas pendidikan secara penuh di sekolah.(Alin)












