Temuan Sidak Akan Jadi Acuan Rotasi dan TPP

SIDAK: Bupati Banggai Laut Sofyan Kaepa,SH bersama Wakil Bupati Ablit H Ilyas melakukan sidak. Ditemukan hanya beberapa orang yang berada di kantor pada saat selesai jam istirahat. (ISTIMEWA)


BANGGAI POST, BALUT– Wajar saja jika Bupati Banggai Laut Sofyan Kaepa naik pitam pada saat memimpin rapat dengan para kepala dinasnya. Pasalnya, Bupati Sofyan Kaepa bersama wakilnya Ablit H Ilyas, Kamis (12/08), melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sidak digelar setelah selesai jam istirahat tersebut, banyak ditemukan ASN yang masih belum masuk kantor. Bukan hanya staf dan kepala bidang yang belum ada tetapi juga ternyata beberapa kepala Dinas juga belum ada di kantor. Padahal para ASN selalu menuntun agar Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dan tunjangan lainnya tidak dipotong ataupun dikurangi.
“Ini sudah jam kantor, kenapa tidak pegawai yang masuk, kepala dinasnya juga tidak ada,” kata Bupati saat berada di salah satu dinas.
“Bagaimana daerah bisa maju dan berkembang jika pegawainya malas-malasan,” tukas Bupati.

Bupati Sofyan semestinya segera mengurangi kompensasi TPP karena tidak sesuai dengan kinerja ASN. Wajar saja harus diturunkan sebab berdasarkan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah atau SAKIP Kabupaten Banggai Laut terus menerus mendapat predikat CC atau sangat rendah. Hal itu sangat berbanding terbalik dengan tunjangan yang begitu melambung tinggi bahkan tertinggi Provinsi Sulawesi Tengah.
“Saya bisa kasih kompensasi TPP jika kinerja Pegawai maksimal dan tertib. Tapi ini jam segini hampir rata-rata semua kantor kosong pegawai,” ungkapnya.

Baca Juga :  UPDATE Covid-19: Hari Ini 1 Juli Banggai Bertambah 26 Kasus Baru, 1 Meninggal

Ia mengatakan, temuan dari sidak itu akan menjadi acuan dalam rotasi jabatan nantinya pada saat pelantikan. Selain itu, OPD yang terkena sidak yang stafnya tidak berada di tempat yakni BPKAD hanya lima orang yang berada di tempat, Dinas Perhubungan sama sekali tidak ada orang, Dinas Lingkungan Hidup hanya tiga orang yang berada di kantor. Hal itu harusnya bisa jadi acuan bagi Bupati Sofyan untuk mengevaluasi TPP ASN yang tinggi itu.

Untuk diketahui di Banggai Laut seorang Sekretaris Daerah menerima TPP Rp.17.911.217, lalu kepala OPD/asisten diberikan Rp.11.537.768.(IK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *