Terlepas dari pro-kontra yang mengiringi aksi para ulama itu, pengusaha udik semacam H. Murad Husain, Dirut PT. Kurnia Luwuk Sejati yang tak sempat mengenyam pendidikan tinggi, sudah digetarkannya. Namun Getar, gerakan yang dipimpin mba Tutut setelah aksi spontan para ulama pesantren, justru dinilai para pengamat sebagai gerakan setengah hati. Sebab yang dirupiahkan dinilai terlalu sedikit dibanding kemampuan mereka. “Bagi saya sebagai gerakan moral Getar cukup baik, tetapi dia tetap tidak akan mampu mendongkrak nilai rupiah. Sebab perburuan dolar masih tetap berlangsung dengan intensitas yang terus meningkat,”ujar Rizal Ramli mengomentari aksi itu.
Rizal tidak sendirian, Tonny A.Prasentiantono, staf pengajar Fak. Ekonomi UGM, punya pendapat senada. Baginya hasil gerakan ini masih belum signifikan. “Kalauseorang menteri menukarkan U$$ 1.000, berapa yang harus ditukarkan rakyatnya? Ujarnya retoris.
