Pembangunan Jetty Di Desa Lokotoy Bermasalah, Diduga Ada Bekingan Aparat

BANGGAI POST, BALUT– Bola Panas rencana pembangunan jetty di Desa Lokotoy Kecamatan Banggai masih terus bergulir. Diduga ada keterlibatan oknum aparat dalam rencana pembangunan jetty yang dilakukan oleh PT. WIKA.

Hal ini disampaikan oleh Pengurus Pokdarwis Desa Lokotoy, Rahmat Bungalo kepada media ini saat turun langsung melihat ke lokasi, Sabtu (15/07).

Dirinya menduga, bahwa PT. WIKA tidak akan berani mengerjakan jetty jika tidak ada yang menjaminkan izinnya alias dibackup. Pasalnya, pada saat pertemuan pertama, Senin (10/08) di desa Lokotoy yang dihadiri pihak kecamatan, Pemdes Lokotoy dan Dinas Lingkungan Hidup, pihak perusahaan tidak tahu-menahu persoalan izin.

“Kan jadi aneh, pemdes dan pemerintah kecamatan juga tidak pernah mengeluarkan izin. Tiba-tiba alat berat masuk di lokasi rencana pembangunan jetty. Pertanyaan, siapa yang suruh, siapa yang jaminkan,” katanya.

Baca Juga :  Lupakan Perbedaan Pilihan Politik

“Jadi bagi kami, kalau tidak ada backingan mana mungkin perusahaan berani,” terangnya.

Berdasarkan hasil temuan di lapangan, rencana pembangunan jetty memang belum menyentuh lokasi konservasi mangrove, tersisa kurang lebih 15 meter. Meski demikian, ada beberapa pohon mangrove yang rusak akibat penimbunan dan pelebaran jalan menuju lokasi pembangunan jetty.

“Coba saudara lihat, ini beberapa pohon mangrove yang tumbang saat dorang kase lebar ini jalan,” tutur Rahmat sambil menunjukkan pohon mangrove yang sudah tumbang.

“Kalau kemarin torang kase biar, ba gini so sampe di kawasan konservasi hutan mangrove. So abis ini hutan mangrove,” tandasnya.

Jika melihat rencana pembangunan jetty

titiknya benar-benar berada dalam lokasi konservasi hutan mangrove, terumbu karang dan di areal jagar budaya (butu peti)

Baca Juga :  Birokrat Senior H. Ramli Nadjil Resmi Pensiun

“Ini teman yang ikut waktu dorang ba ukur, depe titik jetty itu di depan butu peti itu. Di area itu ada torang bambu laut dan terumbu karang,” ungkap Rahmat.

“Teman-teman pokdarwis dan pemerhati lingkungan akan terus berjuang sampai apa yang menjadi tuntutan kami dikabulkan,” ucapnya. (IK)