Menurutnya, momentum ini dapat dimanfaatkan pemerintah desa untuk mengevaluasi berbagai usaha yang beroperasi di wilayahnya. Ia juga menilai pemerintah desa memiliki peran dalam pengawasan, fasilitasi, dan pemberdayaan usaha masyarakat.
Selain itu, ia melihat adanya peluang peningkatan pendapatan asli desa melalui sektor UMKM maupun perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, sepanjang pengelolaannya memperhatikan ketentuan yang berlaku dan dampak lingkungan.
Komentar serupa disampaikan Lhim Sagaf. Ia berpandangan, evaluasi sebaiknya tidak hanya menyasar kandang ayam petelur yang belakangan dikeluhkan warga, tetapi seluruh kandang ayam yang berada di wilayah Lontos.
“Kalau boleh, jangan cuma kandang ayam petelur yang dievaluasi. Harus semua kandang yang ada di area Lontos,” ungkap Lhim Sagaf.
Sementara itu, akun Pozzi juga mendukung evaluasi agar penanganan dilakukan secara adil. Namun, ia menyoroti bau menyengat dari kandang ayam petelur yang belakangan menjadi perhatian warga, terutama pada malam hari.
“Ya, harus dievaluasi biar adil. Tapi memang kandang ayam petelur yang baru itu busuk sekali, apalagi kalau malam,” tulisnya.
