Berita Utama

Warga Bongkar Dugaan Permainan Jaringan PDAM Banggai: Air Lancar Harus Bayar Rp3,5 Juta

Nafis juga menyoroti layanan air tangki PDAM yang kini disebut dijual kepada warga dengan harga mencapai Rp250 ribu per kubik, di saat krisis air belum teratasi.
“Sekarang mereka manfaatkan mobil tangki. Air dijual mahal ke warga yang terpaksa butuh,” lanjutnya.
Warga pun mendesak pembenahan total di tubuh PDAM Kabupaten Banggai, termasuk evaluasi dan penindakan tegas terhadap oknum yang diduga bermain, serta perbaikan menyeluruh tata kelola distribusi air. “Pecat karyawan yang tidak berkompeten dan benahi sistemnya. Air bersih itu hak dasar masyarakat, bukan ladang permainan,” tutup Nafis.

PLT Direktur PDAM Bantah Ada Permainan
Sementara itu, PLT Direktur PDAM Banggai, Damri Dayanun, saat dikonfirmasi membantah adanya permainan jaringan seperti yang ditudingkan warga. Meski demikian, ia mengaku akan menelusuri jika ada bawahannya yang terbukti melakukan pelanggaran.
“Kalau bapak ada informasi lengkap dengan nama pegawai PDAM, kasih sama saya supaya saya ambil langkah penyelesaian dan sanksi yang cocok kalau terbukti,” ungkapnya, Minggu (8/2).
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya hanya menyiapkan biaya pemasangan sekitar Rp200 ribu, bukan Rp3,5 juta seperti yang disebutkan.

Bagikan: