Berita Utama

Wamenkeu Juda Agung: Ekonomi Indonesia Jauh dari Kondisi Krisis 1998

BANGGAIPOST, JAKARTA โ€” Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih jauh dari situasi krisis seperti yang terjadi pada 1997โ€“1998.

Pernyataan itu disampaikan Juda dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) 2026 di Balai Kartini, Jakarta, Senin (25/5/2026), merespons berkembangnya narasi di media sosial yang menyebut Indonesia sedang menuju krisis ekonomi.

โ€œBanyak kalangan baik di media termasuk media sosial mengatakan ekonomi kita menuju krisis seperti 97, 98. Kalau melihat angka-angka tadi jauh dari situasi krisis,โ€ ujar Juda.

Ia memaparkan sejumlah indikator ekonomi nasional yang menurutnya masih berada dalam kondisi aman dan terkendali. Hingga April 2026, pendapatan negara tercatat mencapai Rp918,4 triliun atau tumbuh 13,3 persen secara tahunan (year on year).

Sementara itu, defisit APBN per April 2026 berada di angka Rp164,4 triliun atau sekitar 0,64 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut bahkan lebih rendah dibanding posisi Maret 2026 yang berada pada level 0,93 persen terhadap PDB.

Menurut Juda, secara historis terdapat tiga sumber utama yang biasanya memicu krisis ekonomi di berbagai negara.

Pertama, krisis akibat defisit fiskal yang membengkak seperti yang pernah terjadi di negara-negara Amerika Latin pada era 1980-an. Dalam kondisi tersebut, pemerintah gagal mengendalikan pembiayaan negara hingga memicu ketidakstabilan ekonomi.

Bagikan: