Pada bulan juni 2022, inflasi daerah sulawesi tengah sudah mencapai 5,12 %.
Pada bulan Juli 2022 inflasi daerah sulawesi tengah meningkat mencapai 6,22%.
“Sesuai data BPS bahwa Inflasi sipengaruhi meningkatnya harga telur, harga cabai, harga ikan, harga bawang”, terangnya.
H. Rusdy Mastura meminta Dinas Perindag dan Perindustrian, bekerja sama dengan Bulog dan Distributor untuk melakukan Intervensi dan lakukan pasar murah.
“Menteri Keuangan melalui PMK bahwa Pemerintah Daerah dapat melakukan realokasi anggaran dana transfer sebesar 2% untuk dana pengendalian inflasi, Mendagri sudah mengeluarkan SE Mendagri Nomor,500/4825/sj tentang penggunaan belanja tidak terduga dalam rangka pengendalian inflasi daerah”, tutur Orang Nomor 1 di Provinsi Sulteng.
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa Menteri Desa, Daerah tertinggal telah mengeluarakan Kemen Desa PDT 97 tahun 2022, tentang panduan pengendalian inflasi dan mitigasi dampak inflasi daerah, yang memperbolehkan ADD dimanfaatkan 20-30% untuk dana bansos desa pengendalian inflasi.
Diakhir sambutannya, Gubernur Sulteng meminta agar OPD teknis Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja agar memastikan penyaluran bansos dan subsidi upah harus tepat sasaran. (BP)
