Sebagian warganet juga masih mengaitkan polemik ini dengan pernyataan Bupati Banggai Amirudin Tamoreka yang sebelumnya membandingkan sistem portal Pasar Simpong dengan Jakarta.Akun Nur Andim menuliskan sindiran bernada satire. “Memang gaga Pasar Simpong so bisa baku saing deng perumahan elit di Jakarta. Biar kagak kalah sama perumahan Jakarta. Tapi lihat juga kondisi pasar, banyak genangan air, got penuh jentik nyamuk. Kalau Pasar Tanah Abang Jakarta masih, kalau Pasar Modern Simpong kagak ada apa-apanya.”
Meski demikian, tidak semua komentar bernada kritik. Akun Uak Akrim Nursin Asamin justru mengingatkan agar polemik tersebut tidak sepenuhnya diarahkan kepada Bupati Banggai. “So tdk mo abis-abis cuma bahas Pasar Simpong. Seolah-olah bupati yang salah. So itu jangan kalah di pilkada supaya kamu jangan sakit hati seumur hidup.”
Komentar bernada menyejukkan juga datang dari Nazar Ahmad. “Setiap pemerintahan tidak ada yang sempurna, pasti ada kurang di sana sini. Jangan seolah-olah kita lebih sempurna.”
Sementara Rommy Botutihe mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan pasar. “Harusnya ini jadi perhatian bersama, bukan cuma pemerintah. Warga sekitar juga bisa kerja bakti mengatasi hal-hal begini, tidak usah semua menunggu pemerintah.”
