Berita Utama

Usai Foto Udara Siuna Viral, Warga Desak Pengawasan Lingkungan dan Realisasi Kewajiban Perusahaan Tambang

“Akhirnya terbuka juga tentang tambang nikel Siuna. Dan debu yang berterbangan disaat musim kering dan jaringan selular yang kurang memadai,” tulis Yan Sutama.

Ada pula komentar yang menyoroti manfaat ekonomi yang dinilai belum sebanding dengan perubahan lingkungan yang terjadi.

“Kasian dorang cuma ambil isi daerah ini lalu dibawa ke tempat lain,” tulis Frisjat Chaniago.

Meski demikian, tidak semua komentar bernada negatif. Beberapa pengguna media sosial masih melihat aktivitas pertambangan sebagai bagian dari pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Salah satu kemajuan gerbang timur,” tulis akun S S Lolano.

Namun secara umum, percakapan publik lebih banyak didominasi kekhawatiran terhadap kondisi lingkungan, masa depan kawasan Siuna, serta harapan agar pemerintah dan perusahaan lebih serius menjalankan kewajiban perlindungan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi teknis terkait dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepatuhan perusahaan dalam menjalankan kewajiban lingkungan, Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM), serta tanggung jawab sosial perusahaan melalui program CSR.

Warga menegaskan mereka tidak menolak pembangunan maupun investasi. Namun aktivitas pertambangan diharapkan dapat berjalan selaras dengan kepentingan masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta memberikan manfaat yang nyata bagi warga yang hidup di sekitar wilayah operasi tambang.

Bagikan: