Lodewyk kemudian secara tegas menyebut praktik tersebut sebagai jual beli titik.
“Nah itu yang kita terkenal sekarang jual beli titik,” ujarnya pada menit 00:58:37.
Lebih lanjut, pada menit 00:59:40 hingga 01:00:00, ia menjelaskan bahwa pelaku biasanya hanya bermodalkan yayasan dan klaim telah memesan titik dapur.
“Dia cuma modal yayasan, dia modal booking titik, dia jual dulu titik. Setelah dia jual titik, torang mitra bangun, habis itu dia potong lagi 500 perak per porsi.”
Pernyataan tersebut menggambarkan dugaan praktik percaloan dalam program MBG, di mana oknum tertentu menjual akses terhadap titik dapur kepada investor, lalu mengambil keuntungan dari operasional yang dijalankan mitra.
Lodewyk menegaskan bahwa tindakan semacam itu bukan bagian dari kebijakan resmi Badan Gizi Nasional. Ia mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap pihak-pihak yang menawarkan titik dapur MBG dengan meminta sejumlah uang atau mengatasnamakan pejabat BGN.
Peringatan serupa juga pernah disampaikan dalam berbagai kesempatan. Salah satunya diberitakan media SuaraSulut.com pada Mei 2025, saat Lodewyk menegaskan bahwa BGN tidak pernah meminta uang untuk mendapatkan titik dapur MBG.
