“Selain itu apabila sudah dekat pembongkaran sopir akan dipanggil dari kantor dan diberitahu kepada vendor truk mana yang mau dipanggil masuk,” lanjutnya.
Selanjutnya, pihak vendor akan menghubungi pemilik atau sopir kendaraan melalui pesan WhatsApp agar kendaraan segera menuju lokasi pembongkaran.
“Selanjutnya pihak vendor akan memanggil melalui pesan WA agar tidak lama antrean dan parkir,” jelas pihak vendor.
Klarifikasi tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada para sopir dan pemasok mengenai mekanisme yang saat ini diterapkan, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan.
Meski demikian, para sopir berharap mekanisme antrean ke depan dapat dibuat lebih terbuka dan terukur.
Mereka mengusulkan agar setiap kendaraan yang mendaftar memiliki nomor atau pencatatan antrean yang dapat dipantau, sehingga pengemudi tidak perlu datang berulang kali hanya untuk menanyakan kepastian pembongkaran.
“Kalau depe antrean jelas, torang bisa batunggu tenang-tenang. Yang jadi masalah, torang tidak tahu urutan antrean dan kapan kira-kira bisa bongkar. Tapi disuruh datang terus tiap hari. Dorang kira torang pe kerja ini cuma mau baku urus dengan ini antrean,” keluh salah seorang sopir.
