BANGGAI POST, LUKTIM โ Sorotan terhadap nama calon desa “Beriman” yang tengah diperjuangkan di wilayah dua dusun MPP, Desa Baya dan Uwedikan, terus bermunculan. Sejumlah warga menyuarakan ketidaksetujuan karena dinilai tidak mencerminkan sejarah lokal.
Namun, tokoh pemekaran Iman Pampawa memilih merespons dengan sikap tenang. Ia menilai dinamika semacam ini sebagai bagian wajar dalam setiap proses perjuangan.
โSaya tidak ingin memperpanjang polemik. Dalam setiap ikhtiar, pasti ada yang mendukung dan ada yang belum sepakat. Tapi kalau niatnya baik, insyaAllah akan ada jalan,โ ujarnya kepada Banggai Post, Sabtu (19/7).
Iman menegaskan bahwa perjuangan membentuk desa baru bukan semata soal nama, tetapi soal harapan masyarakat untuk mendapat pelayanan yang lebih baik dan perhatian pembangunan yang lebih merata.
โNama โBerimanโ kami pilih bukan tanpa alasan. Itu mencerminkan harapan kami agar desa ini kelak menjadi tempat yang penuh nilai, bukan hanya secara fisik tapi juga dalam kehidupan sosial dan spiritual warganya,โ jelasnya.
Ia juga menyebut, lebih dari 300 warga telah memberikan dukungan penuh terhadap rencana pemekaran ini. Dukungan moral pun datang dari masyarakat luas di Kecamatan Luwuk Timur.
